ASN Bangga Melayani Bangsa · #BerAKHLAK

PERINGATAN KE-118 HARI KEBANGKITAN NASIONAL “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”


20/05/2026 11:29:24 AM Berita Terkini 17 kali dibaca andisulolino
Bagikan:

PERINGATAN KE-118 HARI KEBANGKITAN NASIONAL “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

Di Lapangan yang Basah Embun, Kutai Timur Menandai Kebangkitan

SANGATTA - Pagi baru saja menepi di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Rabu (20/05/2026). Barisan TNI, Polri serta aparatur sipil negara berdiri rapi dengan seragam dan sikap yang nyaris sempurna. Sebagian menggenggam map tipis, sebagian lain menatap tiang bendera yang tegak di tengah lapangan. Udara masih menyimpan sisa dingin malam ketika lagu Indonesia Raya mulai berkumandang.

Di podium upacara, Bupati Ardiansyah Sulaiman berdiri sebagai inspektur upacara. Dengan peci hitam dan pakaian korpri lengkap, ia memimpin jalannya peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang pagi itu berlangsung tertib dan khidmat.

Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Kutai Timur bertindak sebagai penyelenggara kegiatan. Upacara diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI-Polri, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Tema yang diusung tahun ini terdengar lebih dekat dengan denyut zaman: “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.” Tema itu dibacakan dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Pemerintah menandai perubahan bentuk ancaman terhadap bangsa, bukan lagi semata soal batas wilayah, melainkan ruang digital dan arus informasi.

Di lapangan itu, para peserta mengikuti jalannya upacara dengan disiplin. Pengibaran bendera berlangsung tanpa hambatan. Naskah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan bergantian. Sesekali suara Kapten Laut selaku komandan upacara memecah kesunyian pagi dan memantul ke bangunan kantor bupati.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, pemerintah juga menyoroti perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. Regulasi itu membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial dan platform digital berisiko tinggi.

Pesan itu terasa relevan dibacakan dalam upacara yang diselenggarakan institusi pengampu komunikasi dan teknologi informasi daerah. Di tengah derasnya arus digital, pemerintah daerah tampaknya ingin menempatkan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan bangsa juga ditentukan oleh kemampuan menjaga generasi muda menghadapi perubahan teknologi.

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei untuk mengenang lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Lebih dari seabad setelah organisasi itu berdiri, upacara-upacara seperti di Kutai Timur memperlihatkan bagaimana negara terus merawat ingatan tentang nasionalisme—meski medan perjuangannya kini bergeser ke ruang yang tak lagi kasatmata.

 


Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA v3. Berlaku Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan Google.