Audit Internal TI Jadi Strategi Diskominfo Staper Kutim Perkuat Tata Kelola Digital
SANGATTA – Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur terus berkomitmen dalam memperkuat pondasi tata kelola pemerintahan berbasis digital yang menjadi bagian penting dalam membantu proses pembangunan daerah aerah yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penguatan tata kelola digital tersebut tidak hanya difokuskan terhadap peningkatan kualitas layanan pemerintahan, tetapi juga menjadi upaya membangun sistem kerja yang lebih terintegrasi, efisien, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.
Salah satu faktor pendukung terciptanya penguatan tata kelola digital yang efektif harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang yang kompeten, adaptif, dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Upaya tersebut di wujudkan dalam bentuk pelatihan peningkatan kaspsitas SDM internal Diskominfo Staper yang menggandeng Inixindo Surabaya yang berfokus terhadap pengembangan kompetensi di bidang Audit Internal Teknologi Informasi, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan pengawasan teknologi informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Mewakili Kepala Dinas, Sekretaris Diskominfo Staper Kutim, Rasyid mengatakan, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dinilai bukan sekadar pengelolaan administrasi biasa, melainkan pondasi utama penyelenggaraan pemerintahan.
“Berbagai inisiatif digital telah berjalan di sejumlah Perangkat Daerah, diantaranya pengoperasian portal Satu Data, yang menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data,”ujarnya.

Meski demikian, sambung Rasyid, transformasi digital di daerah masih dihadapkan pada sejumlah tantangan nyata, kendala infrastruktur yang belum optimal, kepatuhan terhadap regulasi penyelenggaraan aplikasi pemerintahan yang harus diperkuat. Termasuk adanya ancaman siber yang menajdi bagian penting dalam pengelolaan sistem pemerintahan berbasis digital.
“Makanya kami terus berbenah salah satunya dengan meningkatkan kapasitas SDM internal kita agar semakin adaptif dan mampu memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital,”ucap Rasyid.
Menurutnya, Pelatihan audit internal TI ini menjadi langkah strategis dan instrumen vital untuk memastikan seluruh sistem maupun pelayanan digital berjalan secara efektif, efisien, aman, mudah, dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, kompetensi aparatur di bidang IT ditingkatkan agar mampu mendukung akselerasi transformasi digital di Kutai Timur.
“Ini juga menjadi bagian dari persiapan kita (Diskominfo Staper) yang saat ini tengah menjalani proses evaluasi nasional, yakni terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) oleh Kementerian PAN-RB dan evaluasi Indeks KAMI (Keamanan Informasi) oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),”bebernya.
Terkahir, dirinya berharap melalui peningkatan kapasitas SDM yang sudah berlangsung selama 4 hari tersebut bisa langsung memberikan dampak terhadap penguatan tata kelola teknologi informasi di lingkungan Diskominfo Staper. Khususnya dalam meningkatkan kualitas pengawasan, pengelolaan sistem informasi, serta mengantisipasi berbagai risiko keamanan siber.