Udara Sangatta Terdeteksi Tidak Sehat, Ronny Imbau Aparatur Gunakan Masker
SANGATTA- Masyarakat di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kualitas udara yang berada pada kategori “Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif” berdasarkan pemantauan IQAir, Kamis (17/09/2026).
Dalam data situs IQAir yang dirilis pada pada 17 September 2026 pukul 09.30 WITA. US AQI berada pada angka 105, dengan PM2.5 sebagai polutan utama pada konsentrasi 37,3 µg/m³. Berdasarkan tabel peringatan kualitas udara yang di rilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa kualitas udara konsentrasi partikulat (PM2.5) di angka 105 masuk dalam kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, Persandian dan Kehumasan (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar H Siburian, turut mengingatkan jajaran aparatur di lingkungan kerjanya untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara tersebut.
Ronny meminta untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan termasuk mengimbau untuk mengurangi aktivitas keluar kantor maupun rumah apabila tidak memiliki kepentingan yang mendesak.
“Melihat kondisi udara saat ini, saya meminta seluruh aparatur untuk selalu menggunakan masker, terutama ketika berada di luar ruangan,” ujar Ronny.

Disisi lain, masyarakat Sangatta diimbau untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker yang sesuai dan menghindari area yang memiliki tingkat penyebaran asap termasuk debu yang tinggi.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, seperti membakar sampah secara terbuka, serta turut menjaga kebersihan lingkungan.
Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat disarankan segera mengurangi paparan udara luar dan mencari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut.(Daus)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Diskominfo Staper Kutim agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.